Oleh: mpi3ums | 25 November 2009

Eksistensi Zionis Yahudi Ancaman bagi Umat Manusia

oleh: Setyadi Prihatno, S.Sos

Latar Belakang Masalah

Membicarakan yahudi tidak dapat dilepaskan dari konteks historis dan budaya masa lalunya. Bangsa ini memiliki akar budaya dan sejarah yang sedemikian dalam mempengaruhi perkembangan peradabannya. Selama berabad-abad, persoalan ini telah memancing banyak diskusi.

Sebagian orang menuduhkan aneka sejarah kejahatan dan hal buruk yang fantastis kepada yahudi. Sementara sebagian lain mencoba menempatkan yahudi sebagai pihak yang “di dzalimi” sehingga layak dikasihani  dan diberikan proteksi yang istimewa.

Di dalam Al Quran dinyatakan orang yahudi pada suatu masa telah menjadi bangsa yang dipilih oleh Allah, dan kepada mereka dikirimkan-Nya banyak Nabi. Sepanjang sejarah mereka telah ditimpa banyak kekejaman, bahkan menjadi korban pemusnahan massal, tetapi sejarah membuktikan bahwa mereka tidak pernah jera. Kaum yang dijuluki sebagai bangsa kera ini tetap berlaku sombong dan jumawa. Mereka menutup mata atas fakta yang terjadi dan tidak mau merubah identitas serta jati dirinya sebagai bangsa terpilih dan ras yang paling unggul serta menganggap manusia lainnya sebagai binatang.

Sikap pandang inilah yang dikemudian hari membawa ancaman serta dampak yang luar biasa bagi umat manusia dan tata kehidupan di dunia.

Di masa lalu mereka telah berani kurang ajar merubah hukum Tuhan, berlaku biadab dengan membunuh para nabi, melakukan berbagai pengkianatan dan kebejatan moral luar biasa yang belum pernah dilakukan umat lainnya.

Di masa kini kita bisa menyaksikan melalui kaki tangannya, yahudi memainkan peranan penting dalam setiap hiruk pikuk percaturan dunia. Mulai dari Revolusi Eropa, penjajahan USA, Perang Dunia I dan II, perampokan dan pembantaian masal di Palestina, krisis moneter dunia serta imperialisme modern. Dapat dipastikan pula mereka berada dibalik konspirasi keji tak beradab yang menyebabkan perang dihampir seluruh penjuru dunia, termasuk di Timur Tengah dan Afghanistan. Merencanakan the new crusade (perang salib baru)  untuk merealisasikan mimpi membangkitkan kembali kejayaan kuil Sulaiman yang akan menjadikan mereka penguasa dunia dan umat lain sebagai budak sahayanya.

Melihat sepak terjang, historis dan impian gilanya yang sedemikian kejam dan mengerikan sudah sepantasnya dunia merasa gelisah, khawatir, cemas dan terancam.

Indentifikasi Masalah

Dengan segala reputasi dan rapor kejahatan yang sangat fantastis yahudi seolah tidak tersentuh oleh role of the game manapun. HAM dan hukum international (PBB) tiba-tiba menjadi tumpul ketika dihadapkan kepada bangsa kera ini. Teriakan ketidakpuasan, umpatan-umpatan dan  kutukan-kutukan dari masyarakat dunia hanya menjadi senandung merdu yang sama sekali tidak menimbulkan efek jera. Bahkan oleh hukum tuhan sekalipun mereka sudah membutakan mata, pikiran dan hatinya.

Dengan lihainya mereka mampu membuat kedzaliman, kejahatan dan kesalahan yang dilakukan menjadi satu kebenaran. Perampasan, perampokan yang dilakukan dikatakan sebagai upaya mengambil hak miliknya. Menganiaya dan membantai dikatakan sebagai upaya bela diri. Invansi dan agresi dikatakan sebagai penegakkan hukum dan keadilan. Sungguh mereka seolah mampu merubah wajah dan tabiat keranya selaksa malaikat kebaikan. Dan yang lebih mengejutkan dunia mendukung dan mempercayainya. Atau setidaknya sebagian dunia mengalami subhat untuk menentukan sikap.

Lantas apa yang sesungguhnya terjadi. Siapakah mereka. Apa saja makar mereka. Dan kenapa mereka bisa sedemikian jahat dan menjadi ancaman bagi umat manusia? Adakah ancaman dan bahaya lain yang lebih besar dari mereka? Dengan didukung fakta-fakta, pemaparan ini diharapkan mampu menjawab segala keraguan umat manusia tentang kejahatan dan makar yahudi si bangsa kera.

Pokok Pembahasan

Meski masih diperdebatkan para sejarawan, asal – usul yahudi sekarang dibagi menjadi dua kelompok keturunan. Yaitu keturunan semitik dan non semitik. Yahudi semitik di klaim sebagian kalangan merupakan keturunan nabi Ibrahim AS. Diantara keturunannya adalah Nabi Ya’kub yang diberi gelar Israel, sehingga anak keturunannya dikelak kemudian hari dipanggil dengan Bani Israel. Sedangkan menurut ahli kitab nama Israel adalah nama yang diberikan Tuhan kepada Yakub, setelah Yakub memenangkan pergulatan melawan Tuhan (Kejadian 32:28).

Sedangkan nama yahudi diambil dari nama Yehuda adalah salah seorang putra nabi Yakub yang kemudian hari dijadikan nama salah satu kerajaan Israel yang pecah menjadi dua, setelah Solomon (Sulaiman) meninggal. Karena dosa-dosanya yang sudah tidak termaafkan lagi, bangsa Israel ini dihukum oleh Tuhan dengan menghancurkan kerajaan yang mereka miliki (2 Raja-Raja 17:7-23)[1].

Sebagian yang lain mengatakan bahwa pada hakikatnya yahudi adalah bangsa campuran yang dipersatukan oleh satu nasib dan watak. Mereka mengembara dari satu daerah ke daerah lainnya. Dalam pengembaraannya tak jarang mereka menyerang dan merampas negeri yang disinggahinya. Mereka membentuk komunitas dengan karakteristik sendiri campuran dari berbagai bangsa yang ada saat itu[2]. Meski keterangan ini pun masih diragukan validitasnya karena tertimbun berbagai pemalsuan.

Semua keterangan mengenai asal usul kaum ini menjadi sangat penting untuk mengetahui siapakah sesungguhnya mereka. Akan tetapi sebagai umat Islam sudah tentunya tidak ada sumber yang paling pantas untuk dipercaya kecuali dari keterangan Kitabullah.

Dalam surat Al An’aam ayat 84 dikatakan “Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik”. Surat Al Imran ayat 93 menyatakan “Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan”. Dari ayat diatas setidaknya hubungan bani Israel, (Israel alias Ya’qub) dan para nabi lainnya dapat diketahui.

Al-Qur’an memperingatkan ummat Islam, agar berhati-hati terhadap orang-orang Yahudi ini, karena mereka tidak akan pernah senang kepada ummat Islam, sebelum ummat Islam mengikuti agama mereka (Al-Baqarah : 120). Dan mereka, bangsa Yahudi tersebut tidak akan henti-hentinya memerangi ummat Islam, sampai mereka dapat memurtadkan umat dari ke Islamannya (Al-Baqarah : 217). Allah SWT juga memperingatkan, bahwa yang paling keras pemusuhannya dengan Islam adalah orang-orang Yahudi dan kaum musyrik (Al-Maidah : 87).

Kenapa Al Qur’an sedemikian keras memperingatkan umat manusia untuk menjauhi dan berhati-hati dengan yahudi. Tentu bukan semata karena dosa sejarah mereka dimasa lalu yang sedemikian kelam. Al Qur’an adalah kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat manusia hingga akhir jaman. Keistimewaan Al Qur’an yang mampu memprediksi secara pasti akurat dan benar sudah tentu dapat membaca seluruh sepak terjang yahudi di masa mendatang.

Bangsa yahudi sangat terobsesi oleh kitab sucinya yang disebut Talmud. Talmud adalah kitab suci yang bahkan lebih penting daripada Kitab Taurat. Kitab Talmud bukan saja menjadi sumber dalam penetapan hukum agama, tetapi juga menjadi ideologi dan prinsip-prinsip, serta arahan bagi penyusunan kebijakan negara dan pemerintah yahudi Israel, dan menjadi pandangan hidup orang yahudi pada umumnya. Itu pula sebabnya mengapa negara yahudi Israel disebut sebagai negara yang rasis, chauvinistik, theokratik, konservatif, dan sangat dogmatik. Untuk dapat memahami sepak-terjang negara Israel yang tampak arogan, keras-kepala, tidak kenal kompromi, orang perlu memahami isi ajaran Kitab Talmud.

Dari isi kitab ini pula kebenaran Al Qur’an yang memperingatkan manusia akan ancaman yahudi terbukti kebenarannya. Bisa kita saksikan talmud adalah kitab yang sangat mengerikan. Dan darinya kita akan bisa “memahami” mengapa kaum zionis mampu berbuat sedemikian jahat, licik, culas, kejam dan sadis. Berikut sebagian dari ayat-ayat talmud yang melandasi sepak terjang yahudi zionis.

“Hanya orang-orang yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

“Orang-orang non-yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)

“Angka kelahiran orang-orang non-yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)

“Orang-orang non-yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)

“Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-yahudi.” (Talmud IV/8/4a)

“Di mana saja mereka (orang-orang yahudi) datang, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.”(Sanhedrin 104a)

“Terhadap seorang non yahudi tidak menjadikan orang yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang yahudi hanya bila berzina dengan yahudi lainnya, yaitu isteri seorang yahudi. Isteri non-yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)

“Orang-orang yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-yahudi.” (Zohar I, 168a)

“Jika dua orang yahudi menipu orang non-yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.”(Choschen Ham 183, 7)

“Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)

“Tanah orang non-yahudi, kepunyaan orang yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)

“Setiap orang yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)

“Kepemilikan orang non-yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)

“Orang yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)

“Orang yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-yahudi.” (Talmud IV/2/70b)

“Ketika Messiah (Raja yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)

(Sumber : eramuslim.com)[3]

Dari ayat tersebut terlihat jelas bahwa mereka menyatakan dirinya bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menguasai dunia ini. Bangsa lain adalah budak-budak bahkan lebih hina dari binatang. Tidak ada dosa dan kesalahan membunuh, merampas, memperkosa, memperbudak dan menipu umat manusia lainnya.

Hal ini pula yang menyebabkan Allah murka kepada mereka. Mereka dihukum untuk menjadi bangsa yang hina. Sejarah menyebutkan mereka bercerai-berai dan dikuasai oleh bangsa lain. Dijadikan budak oleh Nebukadnezar bangsa Babilonia, dijajah oleh Romawi dan tunduk dibawah kewibawaan Islam bahkan ketika berkhianat mereka diusir dari Khaibar. Di masa modern mereka tak luput dari upaya “pemusnahan” oleh bangsa Arya, Nazi – Jerman.

Kesimpulan

Dari pokok pembahasan kenapa yahudi begitu berbahaya dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Bahwa membahas persoalan yahudi tidak dapat dilepaskan dari aspek historis dan asal usulnya. Dan asal keturunan mereka yang tersambung kepada para nabi (bahkan sebagian besar para nabi dari kalangan mereka) mempengaruhi pola pandang bangsa ini terhadap status, derajat dan martabat dirinya dihadapan bangsa lainnya. Dengan kedudukannya mereka berlaku melampaui batas, melakukan pembangkangan terhadap perintah Allah bahkan berani merubah hukum-hukumNya.
  2. Bahwa Allah memberikan hukuman kepada bangsa ini tidak membuat mereka jera, dan bertobat. Malah menjadikan dendam kesumat dihati bangsa ini untuk melawan Tuhan, Allah Maha Pencipta. Kecongkakkan mereka dengan menganggap diri sebagai bangsa pilihan Tuhan satu-satunya yang berhak memerintah dunia ini, membuat mereka dengan sombongnya bersumpah, untuk memerangi agama lain dengan segala cara, persis ketika Iblis bersumpah kepada Tuhan untuk memperdayai anak cucu Adam, sampai dunia kiamat nanti.
  3. Bahwa segala kejahatan dan makar yahudi dimasa lalu dan masa sekarang dilandasi oleh ideologi dan aqidah yang ada pada kitab talmud.
  4. Bahwa sesuai pernyataan dari Al Qur’an, sasaran dan lawan utama mereka adalah ummat Islam. Oleh karena itu Allah melalui Al-Qur’an pula memperingatkan umat manusia untuk berhati-hati terhadap tipu daya, makar dan kejahatan yahudi.

Pada akhirnya umat manusia harus menghilangkan segala keraguan dan percaya bahwa yahudi zionis benar-benar jahat. Bahkan kejahatannya bisa jadi lebih besar dari gempa 20 skala richter.

Referensi :

  1. Al Qur’an dan Terjemahnya
  2. William G. Carr. Yahudi Menggenggam Dunia. Pustaka Al Kautsar. Jkt. 1991
  3. yossyrahadian.blogspot.com. Mengenal Gerakan Yahudi. 22 Nov 2007
  4. http://www.eramuslim.com//yossyrahadian.blogspot.com //Ayat-ayat Hitam Talmud. 8 Feb 2008

Huruf  “Y” pada yahudi sengaja ditulis huruf kecil “y”


[1] yossyrahadian.blogspot.com. Mengenal Gerakan Yahudi. 22 Nov 2007

 

[2] William G. Carr. Yahudi Menggenggam Dunia. Pustaka Al Kautsar. Jkt. 1991

[3] yossyrahadian.blogspot.com. Ayat-ayat Hitam Talmud. 8 Feb 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: